
Ilustrasi
Jalanan ibu kota padat merayap.
Menjelang traffic light berubah merah ku injak rem perlahan-lahan. Tiba-tiba…..

Where’s The Fish?!
Kuangkat kedua tanganku sambil liat spion.Can’t you see the light turns red?!
Gak liat ya mas? Lampunya merah!
Hati yg sudah lelah menahan sabar mengarungi kemacetan semakin terdesak untuk meledak menghadapi perilaku pengendara jalanan yang tidak mengindahkan etika ini.
![]()
Hari menjelang malam, badan terasa remuk redam. Kulalui jalanan jakarta yang sedang dilanda banjir dimana-mana. Macet!
Untung tempat peraduanku tak jauh dari tempatku membanting tulang demi sesuap nasi. Salahsatu hal yang paling penting guna menaklukkan ibukota ini adalah dengan menaklukkan jarak dan lama tempuh.
![]()
Kalibata, tempat yang kutuju….
Pagi Itu…
Melewati kawasan kuningan, si ‘rockship’ kupacu secepat-cepatnya. Hujan turun dengan derasnya membuatku ketar-ketir mengingat jarakku saat ini dengan kantor masih panjang dan harus melewati beberapa daerah langganan banjir.
“Ku bahagia kau telah terlahir di dunia…” ~Maudy Ayunda - Perahu Kertas~

Akung-Cucu
Selamat datang ke dunia anakku!
10-11-12
Tanggal cantik…
Hari Pahlawan…
Semoga kau bisa meneladani semangat para pahlawan dan menjadi salahsatu di antara mereka kelak…
![]()
The skipper left!
The anchor-man sold!
Only 2 points from 2 games! It seems everything that pundits said about the breakdown of the north london club is starting to be truth!
What more can you expect from the man once called ‘the professor’?!
Well, I would say : a lot more to come!
[Disampaikan dengan gaya bercerita ala TV Seri "How I Met Your Mother"]
“Anak-anak, sebutkan 3 kata yang menggambarkan masa-masa di SMA.”
[Hening....]
“Well, kalo papa sih ‘naksir’, ‘bersenang-senang’ dan ‘ujian masuk universitas’.”
“Tapi pa, itu kan lebih dari satu kata?!”, sahut anak2.
[Pura-pura ga denger]
“Papa akan cerita tentang naksir dan ujian di lain kesempatan.”
“Masa SMA adalah masa transisi antara masa anak-anak di SMP dan masa dewasa di kuliah.
Jiwa pemberontak dan maunya senang-senang ibarat telah mendarah daging di jaman ini.
SMA juga lekat dengan acara hura-hura seperti pensi, open air atau sepakbola di halaman sekolah….
Nah mengenai band, Papa pernah juga mencicipi rasanya manggung di depan umum padahal papa ga gape maen musik selain seruling….”
Rasanya baru beberapa bulan lalu memohon maaf kepada semua pihak..
Ternyata Engkau telah datang kembali.
Alhamdulillah telah dipertemukan lagi dengan Mu, Ramadhan.
Namun…
Kelihatannya justru aku yang tak siap menyambut Mu…
Sari tiba-tiba tak mau makan!
Di usianya yang ke 15 bulan, makanan padat yang selama ini dilahapnya, tergelar di piring tak tersentuh sedikitpun.
Padahal sebelumnya Si Kecil mudah makan meskipun tidak banyak juga sih.
Sang ibu jadi kelimpungan. Berbagai bujuk rayu sampai bentakan karena kesal tidak berhasil membuat sang anak bergeming.

Suatu hari, seorang sahabat mengirim bbm ke grup kami, intinya mengatakan bahwa pengemis itu sebenernya hidup berkecukupan namun males kerja aja. Konteks bbm tersebut siy bercanda tetapi di akhir kata, bbm tsb menyarankan agar stop memberi pengemis agar mereka tidak membudayakan malas. Bahkan katanya di Bogor siapa yg memberi pengemis akan didenda [bener ngga sih?!].
Hmm….

“Carilah karunia Allah dengan mendekati orang yang dekat dengan orang miskin. Karena pada merekalah Aku jadikan keridhaan-Ku (Hadits Qudsi).
Rasulullah SAW. bersabda: Segala sesuatu itu ada kuncinya dan kunci surga itu adalah mencintai anak yatim dan orang-orang yang miskin (HR.Daruthni dan Ibnu Hiban).”
MERUBAH SUDUT PANDANG